Tugas Akhir/Skripsi
Ilmu Komunikasi
Disusun oleh: Rizky Arisanty
Universitas
Airlangga
Program Studi Ilmu
Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial
Ilmu Politik
Intisari:
Penelitian berjudul Media Relations Humas Pemprov Jatim Untuk
Membangun Citra Gubernur Baru ini berupaya untuk mengetahui bagaimana
implementasi Public Relations khususnya media relations yang dilakukan oleh
Biro Humas Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Pemprov) dalam rangka membangun
citra gubernur Soekarwo. Dengan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki media massa, maka peran media massa tidak bisa diabaikan dalam kegiatan dan
program public relations khususnya dalam membangun citra positif. Citra positif
seorang gubernur akan membawa dampak positif pada pembangunan. Melalui citra
yang positif, seorang gubernur akan dipercaya oleh masyarakat dan kegiatan
pembangunan akan didukung oleh masyarakat. Dengan demikian akan tercipta
kehidupan yang lebih baik. Tugas untuk membangun citra yang positif merupakan
salah satu fungsi humas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada Kepala
Bagian Media dan Dokumentasi Biro Humas Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Selain
itu dokumen-dokumen tertulis juga dipergunakan sebagai data acuan.
Hasil
dari penelitian ini menunjukkan bahwa Biro Humas Pemprov Jatim dalam membangun
citra gubernur baru hanya melalui media relations saja karena pihak humas menganggap
bahwa media massa
merupakan satu-satunya cara untuk dapat berhubungan dengan masyarakat. Karena
humas tidak mungkin dapat bertemu langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan
informasi, mensosialisasikan program, dan sebagainya. Terdapat beberapa kendala
dalam usaha humas membangun citra gubernur baru melalui media massa. Salah satunya yakni peran media massa yang masih sangat
kurang mendukung. Media massa
jarang memuat pemberitaan positif mengenai gubernur. Hal ini dikarenakan
paradigma media massa
yang menganggap bahwa “bad news is a good news”. Menurut pihak Pemprov Jatim media
massa dewasa ini menganut prinsip tersebut
sehingga media massa
lebih tertarik untuk meliput dan memuat pemberitaan negatif tentang pemerintah.
Padahal paradigma seperti itu sudah sejak lama berlaku bagi kalangan insan
pers. Yang membedakan, di masa orde baru, pemberitaan mengenai pemerintah mau tidak
mau dimuat di media massa karena akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan
hidup media massa tersebut apabila tidak memuat rilis yang disampaikan oleh
pemerintah. Minimnya dana yang tersedia untuk membeli kolom di media massa juga menjadi
kendala.