Tugas Akhir/Skripsi Ilmu Komunikasi
Disusun oleh: Hanum Mahfiati
Universitas Airlangga
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:
Penelitian ini berangkat dari latar belakang adanya fenomena
hubungan orang tua dan anak remajanya yang kerap mengalami konflik, dimana
biasanya penyebab dari konflik ini berkisar pada penerapan-penarapan peraturan
keluarga. Konflik harus diselesaikan agar tidak menimbulkan efek yang negatif.
Untuk menyelesaikan konflik ini dapat digunakan suatu strategi manajemen
konflik, Fenomena tersebut kemudian dirumuskan sebagai masalah penelitian yaitu
staretegi manajemen konflik orang tua dan remaja di Surabaya. Metodologi penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Sedangkan tinjauan pustaka menggunakan teori dari
DeVito (2007) mengenai strategi manajemen konflik. Sasaran penelitian
ini adalah orang tua lengakap yaitu ayah dan ibu serta anak remajanya yang
berusia 15-19 tahun di Surabaya
yang pernah mengalami konflik.
Dari hasil penelitian di empat informan kemudian dapat disimpulkan
bahwa: (1) Orang tua dan remaja yang memiliki tipe keluarga
consensual seringkali
menghadapi konflik yang disebabkan oleh masalah penerapan peraturan jam malam.
Konflik tersebut kemudian diselesaikan dengan menggunakan strategi manajemen
konflik yang produktif yaitu talk,
disini orang tua dan anak remajanya berusaha untuk menjadi pendengar dan
pembicara yang aktif, (2) Orang tua dan remaja yang memiliki tipe keluarga pluralistic seringkali menghadapi
konflik yang disebabkan oleh pertentangan keinginan dengan anggota keluarga.
Untuk menyelesaikan konflik tersebut orang tua menggunakan strategi manajemen
konflik yang tidak produktif yaitu nonnegotiation.
Sedangkan sang anak remaja lebih memilih menyelesaikan konflik ini menggunakan
strategi manajemen konflik yang tidak produktif juga yaitu avoidance dalam bentuk meninggalkan
arena konflik secara fisik, (3)
Orang tua dan remaja yang memiliki tipe keluarga protective seringkali menghadapi
konflik yang disebabkan oleh penerapan peraturan masalah pendidikan. Untuk
menyelesaikan Konflik tersebut orang tua menggunakan strategi manajemen konflik
yang tidak produktif yaitu avoidance
dalam bentuk silencers.
Sedangkan sang anak remaja lebih memilih menyelesaikan konflik ini menggunakan
strategi manajemen konflik yang tidak produktif juga yaitu avoidance dalam bentuk meninggalkan
arena konflik secara fisik, (4) Orang tua dan remaja terakhir yang memiliki tipe
keluarga laissez-faire
seringkali menghadapi konflik yang disebabkan oleh penerapan peraturan
pemilihan teman. Untuk menyelesaikan konflik tersebut orang tua menggunakan
strategi manajemen konflik yang tidak produktif yaitu verbal agresiveness dan avoidance
dalam bentuk nonnegotiation.
Sedangkan sang anak remaja lebih memilih menyelesaikan konflik ini menggunakan
strategi manajemen konflik yang tidak produktif juga yaitu avoidance dalam bentuk meninggalkan
arena konflik secara psikologis.